"Saya bilang, 'Mohon maaf Pak Jenderal, saya ini harga mati untuk Bapak Presiden Pak Prabowo. Beliau harus jadi presiden'. Saya cari uang, tapi uang tidak boleh mengatur saya," tegasnya.
Hercules menekankan bahwa menerima uang tersebut akan membuatnya menjadi pengkhianat. "Kalau uang bisa mengatur saya, nanti saya akan merasa jadi pengkhianat. Uang ini luar biasa, ratusan miliar, saya langsung jadi kaya raya. Tapi uang itu tidak memengaruhi saya karena komitmen dan jati diri saya. Darah saya ini keluar merah putih dan wajah Bapak Presiden Prabowo," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hercules juga menyoroti peran besar GRIB Jaya sebagai organisasi petarung dalam mengantarkan Prabowo Subianto ke kursi Presiden Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa anggota GRIB Jaya memiliki andil signifikan dalam keberhasilan tersebut.
"Alhamdulillah, GRIB sebagai petarung, empat kali bertarung, Alhamdulillah kita berhasil mengantarkan Pak Presiden, Bapak Haji Prabowo Subianto masuk ke Istana Negara," ungkapnya.
Hercules pun menginstruksikan seluruh anggota GRIB Jaya untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Ia berharap komitmen dan loyalitas terhadap bangsa dan negara tidak akan pernah tergoyahkan oleh iming-iming materi.
Artikel Terkait
Kebobolan Anggaran Motor Listrik: Menkeu Copot Dirjen Akibat Celah Sistem yang Loloskan Dana Makan Bergizi Gratis
Kondisi Terbaru Kamaruddin Simanjuntak: Pengacara Pembongkar Kasus Sambo Kini Sakit dan Jalani Pengobatan
Aliansi 40 Ormas Islam Desak Bareskrim Tindak Ade Armando, Grace Natalie, dan Abu Janda atas Dugaan Fitnah ke Jusuf Kalla
Trump Jadikan Gedung Putih Leasing Moral: Sportswashing LIV Golf Saudi dan Keruntuhan Etika Presiden