"Saya bilang, 'Mohon maaf Pak Jenderal, saya ini harga mati untuk Bapak Presiden Pak Prabowo. Beliau harus jadi presiden'. Saya cari uang, tapi uang tidak boleh mengatur saya," tegasnya.
Hercules menekankan bahwa menerima uang tersebut akan membuatnya menjadi pengkhianat. "Kalau uang bisa mengatur saya, nanti saya akan merasa jadi pengkhianat. Uang ini luar biasa, ratusan miliar, saya langsung jadi kaya raya. Tapi uang itu tidak memengaruhi saya karena komitmen dan jati diri saya. Darah saya ini keluar merah putih dan wajah Bapak Presiden Prabowo," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hercules juga menyoroti peran besar GRIB Jaya sebagai organisasi petarung dalam mengantarkan Prabowo Subianto ke kursi Presiden Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa anggota GRIB Jaya memiliki andil signifikan dalam keberhasilan tersebut.
"Alhamdulillah, GRIB sebagai petarung, empat kali bertarung, Alhamdulillah kita berhasil mengantarkan Pak Presiden, Bapak Haji Prabowo Subianto masuk ke Istana Negara," ungkapnya.
Hercules pun menginstruksikan seluruh anggota GRIB Jaya untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Ia berharap komitmen dan loyalitas terhadap bangsa dan negara tidak akan pernah tergoyahkan oleh iming-iming materi.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?