Serangan Eksternal Bertubi-tubi, Fundamental Tetap Kuat
Eks Ketua LPS ini menambahkan bahwa pemerintah saat ini menghadapi berbagai tekanan eksternal, mulai dari indeks MSCI, lembaga pemeringkat, hingga pergerakan nilai tukar. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan tidak ada masalah yang berarti.
"Kalau kita lihat sekarang kan serangan bertubi-tubi ke kita. MSCI, habis itu lembaga pemeringkat, habis itu pergerakan nilai tukar. Tapi kalau dari fundamental sih nggak ada masalah, mereka setuju," jelasnya.
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Hari Ini
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS dengan volatilitas tinggi pada Jumat, 22 Mei 2026. Berdasarkan data TradingView, rupiah ditutup melemah sebesar 0,40% ke level Rp17.670 pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026.
Pelemahan Rupiah Sejalan dengan Mata Uang Asia Lainnya
Pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS sejalan dengan depresiasi mayoritas mata uang Asia lainnya. Berikut adalah pergerakan beberapa mata uang Asia terhadap dolar AS:
- Yen Jepang melemah 0,11%
- Yuan China melemah 0,01%
- Dolar Singapura melemah 0,20%
- Won Korea melemah 0,51%
- Dolar Hong Kong melemah 0,01%
- Peso Filipina melemah 0,11%
- Baht Thailand melemah 0,34%
- Dolar Taiwan menguat 0,18%
- Rupee India turun 0,13%
- Ringgit Malaysia melemah 0,03%
Dengan fundamental ekonomi yang kuat dan tekanan yang bersifat sementara, pemerintah optimis bahwa Indonesia tidak akan mengalami krisis seperti tahun 1998. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan percaya pada kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah.
Artikel Terkait
Kejar-kejaran Mobil Polisi vs Pelaku Pembunuhan Wanita di Bogor Berakhir Terguling di Pinggir Tol
Hotman Paris Kritik Pedas Menteri HAM Pigai Soal Begal: Tembak Terukur atau Langgar HAM?
SIM Digital Korlantas Polri Resmi Diluncurkan, Begini Cara Gunakan di Ponsel
Prabowo Salah Ucap Soal Gaji Guru Viral, Bocah SD Ini Beri Kritik Polos yang Bikin Haru