Oleh: Rosadi Jamani
Kasus Tambang Ilegal Kalbar: Bos Licin Aseng Akhirnya Ditahan Kejagung
SUDIANTO alias Aseng, bos tambang ilegal yang dikenal paling licin, akhirnya berhasil dijebloskan ke penjara oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Kini, publik mulai bertanya-tanya bagaimana Aseng bisa "menaklukkan" aparat hukum dan pemerintahan sehingga bertahun-tahun kebal dari jeratan hukum.
"Maling ayam ditangkap ramai-ramai. Maling gunung? Diberi karpet merah, dikawal dokumen negara, lalu dikirim ekspor sambil melambaikan tangan."
Kalimat satire warung kopi itu seolah menjadi kenyataan pahit di Kalimantan Barat. Praktik ilegal ini diduga berlangsung terang-terangan selama bertahun-tahun tanpa ada yang berani menyentuh.
Kaisar Mineral yang Tak Tersentuh Hukum
Di balik gemerlap ekspor bauksit yang meluncur mulus ke luar negeri, tersimpan kisah kelam. Aseng bukan sekadar pengusaha tambang biasa. Dalam pusaran kasus ini, ia tampil bak "kaisar mineral" yang mampu membuat hukum lunglai, pengawasan negara tertidur, dan aparat seolah rabun jauh saat melihat alat berat menggaruk tanah ilegal.
Delapan Tahun Operasi Ilegal Berjalan Mulus
Bayangkan, bukan delapan hari atau delapan bulan. Dari 2017 hingga 2025, dugaan praktik penambangan di luar IUP berjalan seperti jalan tol tanpa portal. Hasil bauksit dari wilayah liar kategori PETI diduga "dimandikan" menggunakan dokumen resmi PT Quality Sukses Sejahtera (QSS), lalu diekspor dengan wajah legal.
Kejagung Bertindak: Aseng dan Jaringannya Ditangkap
Kasus ini meledak cepat setelah Kejagung menyalakan lampu stadion di ruangan gelap yang selama ini hanya diterangi senter redup. Pada 12 Mei 2026, penyidikan resmi dinaikkan. Lalu 21 Mei 2026, tim Jampidsus bergerak ke Pontianak. Aseng diamankan malam itu juga. Beneficial owner PT QSS langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejari Jaksel selama 20 hari.
Belum sempat publik habis kopi, Kejagung kembali mengguncang meja makan nasional pada 22-23 Mei 2026. Empat nama baru diumumkan:
- YA - Komisaris PT QSS.
- IA - Konsultan perizinan PT QSS sekaligus Direktur PT BMU.
- HSFD - Analis pertambangan Ditjen Minerba Kementerian ESDM.
- AP - Direktur PT QSS.
Lengkap sudah. Dari perusahaan, konsultan, sampai pejabat negara. Paket kombo rasa oligarki.
Artikel Terkait
Kejar-kejaran Mobil Polisi vs Pelaku Pembunuhan Wanita di Bogor Berakhir Terguling di Pinggir Tol
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Fundamental Ekonomi Kuat, Krisis 1998 Tak Akan Terulang
Hotman Paris Kritik Pedas Menteri HAM Pigai Soal Begal: Tembak Terukur atau Langgar HAM?
SIM Digital Korlantas Polri Resmi Diluncurkan, Begini Cara Gunakan di Ponsel