Bos Tambang Ilegal Kalbar Ditahan Kejagung: Kisah Aseng yang Kebal Hukum Selama 8 Tahun

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:00 WIB
Bos Tambang Ilegal Kalbar Ditahan Kejagung: Kisah Aseng yang Kebal Hukum Selama 8 Tahun


Peran Pejabat Negara: Regulator Berubah Jadi Bodyguard Kartel?

Yang paling membuat publik melongo adalah dugaan peran HSFD. Jabatan analis pertambangan seharusnya menjadi mata negara. Tugasnya mengawasi, membina, dan memastikan aturan berjalan. Namun dalam dugaan perkara ini, mata pengawas justru dituding ikut memakai penutup mata. Penyidik menduga ada suap agar penyimpangan dibiarkan, dokumen dimuluskan, dan operasi ilegal aman dari gangguan pusat.


Inilah level tertinggi dari sandiwara birokrasi negeri tambang. Regulator diduga berubah menjadi bodyguard kartel. Negara seperti memelihara satpam yang diam-diam membukakan pintu belakang untuk maling masuk gudang.


Legenda Urban Aseng di Kalbar

Aseng sendiri bukan nama baru di Kalbar. Di dunia tambang, namanya beredar seperti legenda urban bercampur mitos dan ketakutan. Bila ada aparat ingin menggelar acara besar, mereka rela antre bertemu Aseng. Hebatnya, Aseng terbilang dermawan. Wajar bila ia sangat aman sentosa.


Ada masyarakat ingin melaporkannya, laporan itu selalu hilang entah ke mana, seperti sinyal internet saat hujan deras. Kantornya di Komplek Ayani Mega Mall Pontianak yang dulu ramai kini mendadak sunyi setelah digeledah Kejagung.


Kerugian Negara: Ratusan Miliar hingga Triliunan Rupiah

BPKP masih menghitung kerugian negara. Namun publik tak bodoh. Operasi bauksit ilegal selama delapan tahun bukan perkara recehan. Nilainya bisa ratusan miliar sampai triliunan rupiah. Belum lagi hutan yang bolong-bolong, sungai keruh, dan masyarakat sekitar tambang yang cuma kebagian debu serta jalan rusak.


Masa Depan Kasus: Siapa Lagi yang Akan Terseret?

Kini lima tersangka sudah ditahan. Kejagung menyebut perkara masih berkembang dan terbuka kemungkinan ada tersangka baru. Pertanyaannya bukan lagi apakah jaringan ini besar. Yang jadi pertanyaan, seberapa tinggi akar guritanya menjalar?


Sebab publik mulai sadar, praktik "menaklukkan" aparat ternyata bukan dongeng Orde lama. Ia masih hidup, segar, bahkan mungkin memakai jas rapi dan menghadiri seminar investasi sambil bicara hilirisasi.


Imperium Aseng memang mulai retak. Tapi rakyat Kalbar tahu, dalam dunia tambang ilegal, satu nama tumbang sering kali cuma membuka lorong menuju nama-nama yang lebih besar. Tinggal sekarang, berani atau tidak negara menyalakan lampu sampai ke ruang paling gelap.


(Ketua Satupena Kalbar)


Halaman:

Komentar