PLN Bangun Gardu Induk Nalumsari, Oknum DPR RI Diduga Hambat Proyek Strategis Listrik di Jepara

- Kamis, 30 Juli 2026 | 13:25 WIB
PLN Bangun Gardu Induk Nalumsari, Oknum DPR RI Diduga Hambat Proyek Strategis Listrik di Jepara

Hal senada disampaikan Ketua RT 4, Sapon. Warga sudah bosan dengan pemadaman listrik bergilir yang kerap terjadi. Jepara, khususnya Desa Tunggul Pandean, belum mendapatkan pelayanan kelistrikan maksimal.

"Listrik adalah kebutuhan primer. Wajar kami sangat senang dengan pembangunan gardu induk PLN di wilayah kami. Ini akan sangat mendukung aktivitas warga," sebutnya.

Kepala Desa Tunggul Pandean, Khotibul Umam, menjelaskan secara rinci bahwa tahapan pembangunan GI sangat prosedural, termasuk proses ruislag atau tukar guling aset.

"Dulu tanah yang menjadi bakal lokasi gardu induk adalah milik Bapak Suliyono dan Pak Rio. Karena mereka tidak mau menerima hasil appraisal, lokasi dipindahkan ke tanah bondo deso yang merupakan tanah bengkok (TKD) petinggi," katanya.

Setelah penolakan terjadi, Suliyono dan Eko Rio mengajak warga ikut menolak. "Ada yang mau, tapi banyak yang tidak karena mereka mendukung GI. Mereka yang menolak sudah paham niatnya, karena tanah mereka tidak jadi dibeli," jelasnya.

Umam menyayangkan aksi penolakan tersebut didukung oleh Jamaludin Malik, anggota DPR RI yang tidak lain adalah adik ipar Suliyono.

"Itu terjadi sejak tidak ada kesepakatan harga tanah dengan PLN, sekitar tahun 2018. Mereka ngotot tidak mau dengan harga appraisal dari PLN," tuturnya.

Menurut Umam, mereka meminta harga di atas appraisal, namun PLN tidak bisa merealisasikannya karena harus sesuai aturan pemerintah, termasuk penentuan harga melalui appraisal.


Halaman:

Komentar