Kritik tajam pun dilayangkan oleh Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar. Ia dengan tegas menyayangkan metode pelatihan yang dinilai tidak tepat dan tidak memiliki korelasi dengan pekerjaan di lembaga jaminan sosial tersebut. "Saya tidak melihat adanya urgensi kegiatan tersebut dalam menunjang pekerjaan mereka di BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya pada Jumat, 31 Juli 2026.
Lebih lanjut, Timboel menyoroti potensi bahaya yang mengintai para calon pekerja. "Saya kira pelatihan tersebut berisiko besar terhadap calon pekerja dan tidak mendukung keselamatan mereka," tegasnya. Pernyataan ini semakin memperkuat kekhawatiran publik akan standar keselamatan dalam proses seleksi pegawai.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPJS Ketenagakerjaan belum memberikan keterangan resmi terkait lokasi, tujuan, maupun prosedur keamanan yang diterapkan dalam pelatihan kontroversial tersebut. Viral-nya video ini terus memantik diskusi hangat di masyarakat tentang bagaimana seharusnya metode seleksi dan pelatihan yang ideal bagi calon pegawai lembaga pelayanan publik.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Buka Suara soal Pagar Mal Jelang Aksi 17 Agustus: Belum Ada Surat Pemberitahuan, Situasi Aman Terkendali
Ribuan Pesilat PSHT Rusuh di Surabaya: Dorong Barikade Polisi dan Lempar Botol-Batu
Kejagung Tetapkan Teman Kuliah Febrie sebagai Tersangka Baru Kasus Pencucian Uang Eks Jampidsus
Kejagung Ungkap 7 Perusahaan & BUMN yang Terseret Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah