"Tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata, termasuk narkoba dan CD porno," ungkap Hermawanto.
Seluruh barang bukti telah diserahkan sepenuhnya kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Yayasan berharap kasus ini diproses secara mendalam dan transparan.
"Kami ingin kepolisian serius, transparan, dan profesional memproses perkara ini. Senjata ini berkaitan dengan keamanan nasional dan sangat berbahaya bila disalahgunakan," tambah Hermawanto.
Aktivitas Terselubung di Lingkungan Pendidikan
Temuan ini memicu keheranan mendalam dari internal sekolah. Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung, menegaskan perlunya penyisiran menyeluruh terhadap seluruh area tertutup di lingkungan sekolah.
"Yang diam-diam dia lakukan di situ sembunyi, lalu dia buat bunker di sekolah. Ada pintu belakang masuk, debarkasi-embarkasi barang berbahaya bisa dilakukan diam-diam di belakang," kata Untung.
Untung menyayangkan fasilitas lembaga pendidikan yang membawahi jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA ini disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.
"Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatan ilegal?" kata Untung.
Kesimpulan: Keamanan Sekolah Jadi Sorotan
Kasus bunker di sekolah Jakarta Selatan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lembaga pendidikan di Indonesia. Pengawasan ketat dan audit berkala terhadap fasilitas sekolah menjadi keharusan untuk mencegah penyalahgunaan aset pendidikan untuk kegiatan kriminal. Publik kini menanti tindakan tegas kepolisian untuk membongkar bunker tersebut dan mengungkap jaringan di balik temuan senjata dan narkoba ini.
Artikel Terkait
995 Airsoft Gun Legal Ditemukan di Sekolah, Kubu Indra Buka Suara: Ini Milik PT Lokta Karya Perbakin
PPDB Sekolah Islam Harapan Ibu 2026/2027 Dibuka: Beasiswa Hingga 80% untuk Siswa Berprestasi
Viral Chat Mesum Ustaz dan Perempuan: Fakta, Kronologi, dan Klarifikasi Terbaru
RSUP dr Sardjito Nonaktifkan Dokter PPDS Elda Putri Rahardini Usai Hujat Pasien BPJS: Kronologi, Klarifikasi, dan Fakta Terbaru