Setelah polemik memanas, MC yang bertugas di booth Newport, Ega, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Dalam klarifikasinya, Ega menjelaskan bahwa aksi tersebut bermula saat dirinya berinteraksi dengan pengunjung di sela-sela acara. Seorang audiens yang mengenakan atasan putih tiba-tiba mengambil alih mikrofon miliknya dan membuat sayembara kepada pengunjung lain untuk melafalkan salah satu surat dengan imbalan yang ditawarkan oleh audiens tersebut.
Ega mengakui kelalaiannya karena tidak segera mengambil kembali mikrofon tersebut. "Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut," ujar Ega dalam pernyataannya. Ia pun meminta maaf karena tidak mampu mengontrol aksi spontan audiens hingga akhirnya menimbulkan kegaduhan di publik.
Ega Tegaskan Newport Tak Terlibat
Dalam pernyataan yang sama, Ega memberikan penegasan bahwa pihak brand Newport tidak memiliki keterkaitan dengan aksi spontan tersebut. "Melalui pesan ini pula, saya menegaskan bahwa pihak brand tidak memiliki sangkut paut atas kejadian tersebut," tegasnya.
Sementara itu, The Sounds Project selaku penyelenggara acara juga angkat bicara. Mereka mengaku marah, kecewa, dan mengecam keras tindakan tersebut. Pihak penyelenggara menyatakan telah menegur sponsor terkait dan meminta kasus ini diselesaikan hingga tuntas.
Sebagai langkah tegas, The Sounds Project menegaskan tidak pernah dan tidak akan pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge maupun promosi produk dalam bentuk apa pun. Mereka juga menegaskan tidak menoleransi tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara, termasuk sponsor dan mitra kerja sama.
"Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," demikian pernyataan resmi The Sounds Project.
Artikel Terkait
Trump Umumkan Kesepakatan Bersejarah Hamas, Netanyahu Langsung Menolak: Sandiwara Perdamaian Timur Tengah yang Absurd
Yaqut Cholil Qoumas Bantah Terima Rp1 dari Korupsi Kuota Haji: Dakwaan Jaksa KPK Hanya Asumsi
UGM Buka Suara soal Skripsi Jokowi: Cetak Sebagian Halaman di Luar Kampus Hal Lumrah di Era 1980-an
Kronologi Terakhir Sutrimo Sebelum Meninggal: Kirim Foto Makanan dan Duduk di Depan Rumah Febrie Adriansyah