Kecelakaan Maut Argo Bromo vs KRL: 15 Tewas, DPR Desak Dirut KAI Mundur

- Selasa, 28 April 2026 | 16:50 WIB
Kecelakaan Maut Argo Bromo vs KRL: 15 Tewas, DPR Desak Dirut KAI Mundur

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam proses investigasi. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan publik dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Insiden ini harus menjadi momentum bagi KAI untuk melakukan reformasi serius dalam sistem keselamatan transportasi," tegasnya.

Kronologi Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur

Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. Insiden bermula saat KRL relasi Cikarang–Jakarta menabrak kendaraan di perlintasan sebidang tanpa palang pintu.

Akibat kejadian tersebut, perjalanan KRL lain di lintas Jakarta–Cikarang sempat terhenti di Stasiun Bekasi Timur. Nahas, rangkaian yang berhenti itu kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Pasar Turi (Jakarta-Surabaya).

Data Korban: 15 Orang Meninggal, 88 Luka-luka

Hingga Selasa (28/4) pukul 13.26 WIB, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sementara korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit.

Pernyataan Resmi KAI dan Tindak Lanjut

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dalam situasi ini," kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.

Di tengah kondisi tersebut, KAI berupaya memastikan seluruh korban tertangani dengan baik, keluarga mendapatkan informasi yang jelas, serta pelanggan memperoleh haknya melalui pengembalian tiket secara penuh.

"KAI akan terus menyampaikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lapangan," ungkapnya.


Halaman:

Komentar