Saat hendak meninggalkan lokasi, sejumlah massa dilaporkan mengejar dan melempari personel dengan botol air mineral. Bahkan, seorang personel TNI sempat tersangkut di pagar masjid ketika berupaya keluar. Kericuhan kembali memuncak setelah penutupan orasi, di mana massa melempari mobil Brimob menggunakan batu. Aparat kemudian membubarkan massa dengan gas air mata dan melepaskan sejumlah tembakan untuk meredam aksi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah massa terlihat berhamburan berlarian keluar dari kawasan masjid setelah gas air mata ditembakkan. Beberapa warga dilaporkan mengalami luka, dan sejumlah dentuman terdengar di tengah upaya aparat meredam aksi. Situasi semakin tegang setelah massa membakar material sisa aksi di ruas jalan sekitar Masjid Raya Baiturrahman.
Tanggapan Wakil Gubernur Aceh
Usai kegiatan seremonial, Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah menanggapi aksi tersebut. Kepada awak pers, ia mengaku belum memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pengibaran bendera bulan bintang. Namun, ia mengingatkan masyarakat Aceh agar terus menjaga dan merawat perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun.
"Kami ini adalah semua pelaku sejarah, jadi pertarungan-pertarungan tidak memberikan keuntungan. Kita telah merasakan pertumbuhan ekonomi melambat," ujar Fadhlullah. Menurutnya, perdamaian harus menjadi momentum bagi masyarakat dan pemerintah untuk mendorong kebangkitan ekonomi Aceh. "Jadi inilah kesempatan bagi kita dengan jalannya damai, mari kita bangkit dalam segi ekonomi dan Aceh bisa tumbuh menjadi negeri Tayyibatul wa rabbul ghafur," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah massa masih berada di sekitar kawasan Masjid Raya Baiturrahman dan terlihat melakukan pembakaran material sisa aksi di ruas jalan sekitar masjid.
Artikel Terkait
Gempa NTT Magnitudo 7,7 Tewaskan 38 Orang: Evakuasi Korban Terjebak Reruntuhan Masih Berlangsung
Surat MWCNU Kasembon Larang Mahasiswa UMM Ikut Kegiatan Keagamaan, Kampus Pastikan KKN Tetap Berjalan
Penyebab Kematian Brigadir Eko Winarno Terungkap: 5 Oknum Polisi Jambi Dipecat dan Jadi Tersangka Pembunuhan
Misteri Kematian Dokter PPDS Siak Terungkap: Polisi Pastikan Bukan Pembunuhan, Ini Fakta dan Kronologinya