Situasi kembali memanas ketika massa bergerak dari kawasan Masjid Raya Baiturrahman menuju Pendopo Gubernur Aceh. Massa yang membawa bendera bulan bintang tiba di lokasi sekitar pukul 14.40 WIB.
Dalam aksinya, sejumlah massa mencopot ornamen lambang Garuda yang berada di bagian atap pendopo. Selain itu, bendera Merah Putih dan bendera rumbai yang terpasang di kawasan pendopo juga turut dicopot. Berbagai ornamen lain di sekitar pendopo ikut diseret massa, menyebabkan halaman Pendopo Gubernur Aceh tampak berantakan dengan bendera dan perlengkapan berserakan.
Dampak dan Implikasi Kericuhan Hari Damai Aceh
Kericuhan ini terjadi di tengah momentum peringatan 21 tahun perdamaian Aceh yang seharusnya menjadi ajang untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di provinsi ujung barat Indonesia tersebut. Aksi perusakan atribut negara ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai eskalasi ketegangan di Aceh.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa menjaga perdamaian dan persatuan adalah tanggung jawab bersama, terutama di daerah yang memiliki sejarah konflik panjang seperti Aceh. Pihak berwenang diharapkan dapat mengusut tuntas insiden ini dan mengambil langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Artikel Terkait
Gempa NTT Magnitudo 7,7 Tewaskan 38 Orang: Evakuasi Korban Terjebak Reruntuhan Masih Berlangsung
Kericuhan Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh di Baiturrahman: Massa Lempar Batu, Aparat Balas Gas Air Mata
Surat MWCNU Kasembon Larang Mahasiswa UMM Ikut Kegiatan Keagamaan, Kampus Pastikan KKN Tetap Berjalan
Penyebab Kematian Brigadir Eko Winarno Terungkap: 5 Oknum Polisi Jambi Dipecat dan Jadi Tersangka Pembunuhan