Argumen Anies Baswedan untuk Diplomasi Proaktif
Dalam paparannya, Anies Baswedan menjelaskan bahwa jika negara-negara menengah hanya bernegosiasi sendiri-sendiri dengan negara adidaya, posisi mereka akan lemah. Menurutnya, dunia yang kini multipolar menuntut diplomasi yang proaktif.
"Diplomasi harus membangun jembatan, jangan sekadar ikut arus," tegas Anies. Ia melihat peluang bagi Indonesia untuk menjadi jembatan antara negara menengah Barat dan Global South dalam membentuk tatanan dunia yang lebih adil.
Pandangan Prabowo Subianto tentang Global South
Seperti disinggung Fahri Hamzah, Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, memang telah beberapa kali menyuarakan pentingnya peran Global South. Salah satunya saat kunjungan ke Turki pada April 2025, di hadapan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Prabowo menegaskan tanggung jawab bersama sebagai pemimpin dari global south untuk menjadi kekuatan positif dan mitra strategis dalam tatanan global yang baru.
Pernyataan Fahri Hamzah ini kembali menyoroti dinamika dan kesinambungan wacana strategis luar negeri di antara elite politik Indonesia, terutama terkait posisi Indonesia di kancah geopolitik global.
Artikel Terkait
Qodari Jabat Kepala Bakom, Siap Ubah Gaya Komunikasi Pemerintah Jadi Lebih Agresif
Ray Rangkuti Sindir Reshuffle Kelima Prabowo: Hanya Putar Posisi, Minim Figur Baru
Anggaran Pakaian Dinas Pemprov Sumsel Rp3 Miliar Disorot, Gubernur Herman Deru Buka Suara
Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman: Konflik Timur Tengah 2 Bulan Tak Ganggu Pasokan Energi Indonesia