Fenomena Tembok Ratapan Solo: Ancaman Serius bagi Elektabilitas PSI Menuju Pemilu 2029?
Fenomena "Tembok Ratapan Solo" yang viral di Google Maps, merujuk pada rumah mantan Presiden Joko Widodo, diprediksi akan memberikan dampak negatif signifikan bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pengamat menilai hal ini merupakan bentuk kritik publik yang berpotensi merembes ke citra partai.
Kritik Publik dan Citra Negatif terhadap Jokowi
Efriza dari Citra Institute menyatakan bahwa fenomena ini adalah ekspresi satire netizen terhadap Jokowi yang dinilai haus popularitas pasca-pemerintahan. Ekspresi publik ini diyakini akan terus berkembang, menciptakan efek citra negatif yang kuat terhadap Jokowi dan keluarganya.
"Ekspresi satire publik ini dilakukan untuk memberikan kesan dan efek citra negatif terhadap Jokowi dan keluarganya," ujar Efriza.
Artikel Terkait
Kritik Pengamat: Pernyataan Jokowi Soal Revisi UU KPK Dinilai Problematic dan Penuh Pesan Politik
Gibran Jadi Beban Prabowo di Pilpres 2029? 3 Alasan Duet Ini Dinilai Berisiko
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diteror & Difitnah LGBT hingga Nyewa LC, Ini 4 Tuduhannya
Sjafrie Sjamsoeddin Tegaskan Tidak Minat Jadi Cawapres 2029: Analisis & Dampak Politik