Dampak Tembok Ratapan Solo bagi PSI: Analisis Citra Politik Pasca-Jokowi

- Minggu, 22 Februari 2026 | 07:00 WIB
Dampak Tembok Ratapan Solo bagi PSI: Analisis Citra Politik Pasca-Jokowi

Fenomena Tembok Ratapan Solo: Ancaman Serius bagi Elektabilitas PSI Menuju Pemilu 2029?

Fenomena "Tembok Ratapan Solo" yang viral di Google Maps, merujuk pada rumah mantan Presiden Joko Widodo, diprediksi akan memberikan dampak negatif signifikan bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pengamat menilai hal ini merupakan bentuk kritik publik yang berpotensi merembes ke citra partai.

Kritik Publik dan Citra Negatif terhadap Jokowi

Efriza dari Citra Institute menyatakan bahwa fenomena ini adalah ekspresi satire netizen terhadap Jokowi yang dinilai haus popularitas pasca-pemerintahan. Ekspresi publik ini diyakini akan terus berkembang, menciptakan efek citra negatif yang kuat terhadap Jokowi dan keluarganya.

"Ekspresi satire publik ini dilakukan untuk memberikan kesan dan efek citra negatif terhadap Jokowi dan keluarganya," ujar Efriza.

Dampak Langsung pada PSI dan Pemilu 2029


Halaman:

Komentar