Khozinudin juga menyatakan bahwa Rismon keliru karena mengira permintaan maaf akan menyelesaikan seluruh kasusnya, termasuk dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 dari Jepang.
"Rismon tak sadar, saat ini dia sedang dijadikan 'sapi bajak' untuk bekerja melayani Jokowi, sebelum akhirnya menjadi 'sapi korban' untuk disembelih sebagai tumbal," tegas Khozinudin.
Menurutnya, posisi Rismon saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk memperbaiki reputasi Jokowi, tetapi juga reputasi putranya, Gibran Rakabuming Raka. Khozinudin menilai Rismon telah meralat penelitiannya tidak hanya terkait ijazah Jokowi, tetapi juga terkait Gibran, tanpa adanya faktor kebaruan yang kuat sebagai dasar.
"Alih-alih 'Gibran End Game', saat ini Rismon yang justru End Game. Rismon sudah seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, taklid buta bekerja melayani Jokowi, termasuk dengan menyerang kawan seperjuangan," pungkas Ahmad Khozinudin.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019