Khozinudin juga menyatakan bahwa Rismon keliru karena mengira permintaan maaf akan menyelesaikan seluruh kasusnya, termasuk dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 dari Jepang.
"Rismon tak sadar, saat ini dia sedang dijadikan 'sapi bajak' untuk bekerja melayani Jokowi, sebelum akhirnya menjadi 'sapi korban' untuk disembelih sebagai tumbal," tegas Khozinudin.
Menurutnya, posisi Rismon saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk memperbaiki reputasi Jokowi, tetapi juga reputasi putranya, Gibran Rakabuming Raka. Khozinudin menilai Rismon telah meralat penelitiannya tidak hanya terkait ijazah Jokowi, tetapi juga terkait Gibran, tanpa adanya faktor kebaruan yang kuat sebagai dasar.
"Alih-alih 'Gibran End Game', saat ini Rismon yang justru End Game. Rismon sudah seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, taklid buta bekerja melayani Jokowi, termasuk dengan menyerang kawan seperjuangan," pungkas Ahmad Khozinudin.
Artikel Terkait
Analisis Hensa: Gangguan pada Teddy Berujung Penangkapan Koruptor?
Jokowi-Prabowo Diduga Pecah Kongsi Usai Dadan Hindayana Dicopot dan Dijerat Tersangka Korupsi
Kritik Ratna Sarumpaet ke Nanik S Deyang: Integritas Kepala BGN Dipertanyakan
Strategi Turun Gunung Jokowi: Misi Cari Keselamatan Politik untuk Keluarga di 2029