Harga BBM Tidak Naik, Prabowo Subianto Diapresiasi Lindungi Daya Beli Rakyat
Di tengah gejolak harga minyak mentah dunia yang melonjak dua kali lipat, pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas. Kebijakan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mendapat apresiasi luas sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli masyarakat.
Apresiasi dari Pemerhati Kebangsaan
Pemerhati Kebangsaan, Sarman El Hakim, menyampaikan terima kasih atas keputusan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Menurutnya, di tengah tekanan ekonomi global yang berat, keputusan untuk menahan harga BBM subsidi merupakan wujud nyata keberpihakan kepada rakyat banyak.
"Dengan harga bensin yang stabil, denyut nadi ekonomi di akar rumput tidak tercekik. Masyarakat tetap bisa beraktivitas, bekerja, dan mencari nafkah tanpa dibebani oleh biaya transportasi yang melambung," jelas Sarman.
Catatan atas Sosialisasi Kebijakan
Meski mengapresiasi, Sarman memberikan catatan mengenai proses sosialisasi kebijakan ini. Ia menyayangkan bahwa pengumuman harga BBM tidak naik disampaikan bukan langsung oleh Presiden, melainkan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).
"Sayangnya, aura positif dari kebijakan ini mungkin kurang terasa maksimal karena tidak diumumkan langsung dari lisan Presiden," tambahnya.
Artikel Terkait
Isu Kerenggangan Prabowo dan Dasco: Dampak pada Pemerintahan 2026 dan Pintu Masuk Aktor Lama
Saiful Mujani Dituduh Makar, Aktivis: Seruan Jatuhkan Prabowo Picu Instabilitas Nasional
Istana Abaikan Seruan Saiful Mujani, Prabowo Fokus Kerja Strategis
Fahri Hamzah Tolak Seruan Makar Saiful Mujani: Kita Perlu Kompak