MULTAQOMEDIA.COM - Harga MinyaKita yang melonjak hingga Rp22.000 per liter, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700, menjadi indikasi adanya masalah serius dalam pengawasan distribusi program minyak goreng subsidi pemerintah.
Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul, menilai kondisi ini merupakan tanggung jawab Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Perdagangan. Ia menekankan bahwa MinyaKita dirancang sebagai program pemerintah untuk menekan harga kebutuhan pokok, terutama minyak goreng.
"Namun, ketika harga di pasaran mencapai Rp22.000 sementara HET-nya Rp15.700, ini menandakan ada masalah," ujar Adib kepada RMOL pada Jumat, 8 Mei 2026.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Purbaya Hardik Anak Buah Zulhas di Sidang Proyek PLTSa Makassar
Said Didu Sebut Jokower dan Loyalis di Lingkaran Kekuasaan Jadi Dalang di Balik Upaya Makzulkan Prabowo
Prediksi Pilpres 2029: Tokoh Muda, Bayang-Bayang Penantang, dan Skenario Politik Terbaru
Pemakzulan Gibran Dinilai Lebih Realistis Dibanding Prabowo: Jalan Tengah Kurangi Risiko Konflik