Di sisi lain, hasil survei SMRC terbaru juga menunjukkan penurunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto menjadi sekitar 51,1 persen, turun dibanding survei sebelumnya. SMRC menyebut persepsi terhadap kondisi ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi penilaian publik.
Penurunan kepuasan terhadap pemerintah dinilai turut memengaruhi simulasi elektabilitas calon presiden, meski masih terlalu dini untuk menyimpulkan arah Pilpres 2029 karena tahapan pemilu belum dimulai.
Meski hasil survei menunjukkan Dedi Mulyadi unggul dalam simulasi tertentu, para peneliti mengingatkan bahwa elektabilitas dapat berubah seiring perkembangan politik, kondisi ekonomi, serta munculnya figur-figur baru menjelang Pilpres 2029. Survei pada dasarnya menggambarkan preferensi responden pada saat pengambilan data, bukan hasil akhir pemilihan.
Dengan demikian, temuan SMRC dan Indikator menjadi sinyal bahwa persaingan menuju Pilpres 2029 mulai menghangat. Nama Dedi Mulyadi kini muncul sebagai salah satu figur dengan daya saing kuat, sementara Prabowo menghadapi tantangan untuk mempertahankan dukungan publik di tengah dinamika ekonomi dan politik nasional.
Artikel Terkait
Kaesang Maju Caleg Dapil Jateng V: Strategi Head to Head dengan Puan Maharani di Pemilu 2029
Perry Warjiyo Mundur Mendadak: Kisah di Balik Konflik dengan Menkeu Purbaya soal Likuiditas dan Pertumbuhan Ekonomi
Rudy Bongkar Kebohongan Jokowi: Klaim 54 Kali Makan Bareng PKL Hanya 2 Kali
FX Hadi Rudyatmo Kecewa Berat: Jokowi Dorong Gibran Maju Pilkada Solo 2020 Tanpa Pengalaman Organisasi