"Yang terakhir ini kan ribut tentang pembagian kuota haji, iya kan. Kalau memang berjalan benar, tidak perlu ada ribut-ribut seperti itu," tegasnya.
Sumpah Jabatan dengan Kitab Suci Tidak Menjamin Integritas
Anhar juga mengkritik paradigma bahwa sumpah jabatan yang diucapkan dengan kitab suci secara otomatis menjamin kejujuran dan integritas seorang pejabat. Fakta di lapangan menunjukkan banyak pelaku korupsi justru adalah orang-orang yang pernah disumpah dengan cara tersebut.
"Kalau sudah menteri agama rusak seperti itu, siapa lagi yang baik agamanya," tandas Anhar Gonggong dengan nada prihatin.
Peringatan Keras: Indonesia Akan Berjalan di Tempat Tanpa Moralitas Pemimpin
Analisis mendalam dari Anhar Gonggong diakhiri dengan peringatan keras mengenai masa depan bangsa. Dia menegaskan bahwa kemajuan Indonesia sangat bergantung pada moralitas para pemegang kekuasaan.
"Apa yang mau saya katakan dengan ini, selama moralitas kita tidak berani jujur, terutama para pemegang kekuasaan, tidak memiliki kemampuan untuk berani jujur, kita hanya akan berjalan di tempat," pungkasnya. Menurutnya, pengkhianatan mandat rakyat oleh pejabat yang korup akan menjadi penghambat utama kemajuan negara.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Rektor Unsoed Tersangka Gratifikasi Rp680 Juta dari PMB Jalur Mandiri 2025-2026
KPK Periksa Mantan Wabup dan 8 Pejabat Sukoharjo, Bongkar Kode Rahasia Padakno Karo Bapak dalam Kasus Pemerasan Etik Suryani
Kejagung Buka Suara: Trading in Influence di Kasus Jampidsus Febrie Bukan Pasal Pidana, Ini Penjelasan Lengkapnya
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diciduk KPK: Uang Ratusan Juta Diamankan dalam OTT Suap Penerimaan Mahasiswa Baru