"Yang terakhir ini kan ribut tentang pembagian kuota haji, iya kan. Kalau memang berjalan benar, tidak perlu ada ribut-ribut seperti itu," tegasnya.
Sumpah Jabatan dengan Kitab Suci Tidak Menjamin Integritas
Anhar juga mengkritik paradigma bahwa sumpah jabatan yang diucapkan dengan kitab suci secara otomatis menjamin kejujuran dan integritas seorang pejabat. Fakta di lapangan menunjukkan banyak pelaku korupsi justru adalah orang-orang yang pernah disumpah dengan cara tersebut.
"Kalau sudah menteri agama rusak seperti itu, siapa lagi yang baik agamanya," tandas Anhar Gonggong dengan nada prihatin.
Peringatan Keras: Indonesia Akan Berjalan di Tempat Tanpa Moralitas Pemimpin
Analisis mendalam dari Anhar Gonggong diakhiri dengan peringatan keras mengenai masa depan bangsa. Dia menegaskan bahwa kemajuan Indonesia sangat bergantung pada moralitas para pemegang kekuasaan.
"Apa yang mau saya katakan dengan ini, selama moralitas kita tidak berani jujur, terutama para pemegang kekuasaan, tidak memiliki kemampuan untuk berani jujur, kita hanya akan berjalan di tempat," pungkasnya. Menurutnya, pengkhianatan mandat rakyat oleh pejabat yang korup akan menjadi penghambat utama kemajuan negara.
Artikel Terkait
KPK Didorong Periksa Jokowi Saksi Kasus Kuota Haji, Kerugian Negara Rp1 Triliun
Mahfud MD Ungkap Dugaan Jual Beli Kuota Haji Furoda Rp 60 Juta per Jamaah
Kades Kohod Divonis 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pagar Laut Tangerang
Oegroseno Ungkap Pemeriksaan Gus Dur, Bandingkan dengan Kasus Ijazah Jokowi