"Kasus Buloggate, itu untuk mendengar keterangan Presiden Gus Dur saja. Beliau (Gus Dur) siap sebagai saksi. Jadi tidak ada masalah. Dan itu diperiksa di istana waktu itu," urainya di hadapan majelis hakim.
Kesediaan Gus Dur untuk diperiksa sebagai saksi, meski dilakukan di Istana, menjadi preseden penting tentang akuntabilitas pemimpin tertinggi negara dalam proses hukum.
Pandangan Terhadap Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
Berdasarkan pengalaman itu, Oegroseno menyoroti penanganan kasus ijazah Jokowi oleh Bareskrim. Ia menilai penyelidikan yang dilakukan tidak bisa serta-merta dianggap final, karena menimbulkan tanda tanya dan kecurigaan publik terhadap kebenaran hasilnya.
"Jadi sekali lagi, hal-hal yang berkaitan dengan penyidikan ini tidak bisa dianggap hal yang sepele," tegas Oegroseno.
Meski demikian, ia tetap menyatakan kepercayaannya pada institusi Polri. "Masyarakat sampai kapan pun... tetap masyarakat masih butuh polisi. Saya rasa pasti dalam tubuh kepolisian ada polisi baik dan polisi yang tidak baik. Kalau polisi baik menurut ukuran saya masih ada 99 persen lah. Jadi mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi hal-hal seperti ini," pungkasnya.
Kehadiran saksi ahli seperti Oegroseno di sidang ini menyoroti pentingnya transparansi dan konsistensi penegakan hukum, serta membandingkan praktiknya di dua era kepemimpinan yang berbeda.
Artikel Terkait
KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar di OTT Kasus Korupsi Lombok Barat
Polda Metro Jaya Terima Laporan PWI Terkait Dugaan Penghinaan Hotman Paris Terhadap Wartawan
Hotman Paris Resmi Dilaporkan PWI ke Polda Metro Jaya, Terancam Pasal Penghinaan Profesi Wartawan
PWI Resmi Laporkan Hotman Paris ke Polisi atas Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan