"Di Sentul dan Cikarang yang besar-besar itu yang paling banyak," ujar Syarief kepada wartawan, Kamis 18 Juni 2026.
Penyidik masih terus melakukan penelusuran terhadap aset-aset lain di sejumlah wilayah di Indonesia. "Kurang lebih 17.600 (dari dua lokasi itu). Masih berjalan sampai hari ini belum selesai. Ada beberapa titik kami cek," tambah Syarief.
Kasus ini bermula dari dugaan korupsi dalam tata kelola program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu modus yang terungkap adalah penggelembungan harga atau mark up dalam pengadaan barang di BGN. Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan nilai total Rp1,035 triliun menjadi salah satu item yang diduga kuat mengalami penyelewengan.
Artikel Terkait
Kejagung Diminta Usut Pemilik Manfaat Yayasan IFSR dalam Kasus Korupsi MBG
Bos Maktour Travel Tertawa Ditanya Rp27,8 Miliar dari Korupsi Kuota Haji 2024
Bos Maktour Bungkam soal Aliran Dana Haji Gus Yaqut, Wartawan Dibilang Bahaya
KPK Periksa Eks Stafsus Yaqut, Usut Aliran Uang Korupsi Haji ke Pansus DPR