“Kami secara aktif mengejar setiap kapal berbendera Iran atau kapal apa pun yang berusaha memberikan bantuan material kepada Iran. Ini termasuk kapal armada gelap yang membawa minyak Iran,” ujar Jenderal Caine, seperti dikutip pada Jumat (17/4/2026).
Jangkauan Hingga Samudera Pasifik dan Klarifikasi Blokade
Operasi ini disebutkan akan menjangkau berbagai perairan internasional, menunjukkan kapal tanker Iran berpotensi menjadi target bahkan di wilayah yang jauh dari Timur Tengah.
Jenderal Caine juga memberikan klarifikasi penting terkait pemberitaan tentang blokade. “Izinkan saya memperjelas. Blokade ini berlaku untuk semua kapal, tanpa memandang negaranya, yang menuju atau berangkat dari pelabuhan Iran. Tindakan AS adalah blokade terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran, bukan terhadap Selat Hormuz,” tegasnya.
Kebijakan baru ini mengindikasikan intensifikasi tekanan AS terhadap Iran di domain maritim global, dengan implikasi potensial terhadap keamanan pelayaran dan pasar energi dunia.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan