MULTAQOMEDIA.COM - Misteri di balik serangan brutal Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Februari lalu mulai terkuak. Mantan Presiden AS, Barack Obama, mengungkap fakta mengejutkan mengenai ambisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang terus mendesak AS untuk berperang melawan Iran.
Dalam sebuah video yang dirilis oleh New Yorker, Obama mengaku berkali-kali dihasut Netanyahu untuk melancarkan serangan militer besar-besaran ke Iran. Menurut Obama, argumen yang digunakan Netanyahu untuk membujuknya sama persis dengan alasan yang akhirnya meyakinkan Presiden Donald Trump.
"Saya pikir ada catatan yang cukup tentang perbedaan pendapat saya dengan Netanyahu soal Iran," tegas Obama.
Jalan Buntu di Era Bush hingga Biden
Pengakuan Obama ini memperkuat pernyataan mantan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry. Kerry menyebut Netanyahu sebagai sosok di balik layar yang tak kenal lelah mendesak para pemimpin AS, mulai dari George W. Bush, Barack Obama, hingga Joe Biden, untuk mengangkat senjata melawan Iran.
Netanyahu dilaporkan membawa proposal rinci yang disebut 'Presentasi Empat Poin'. Proposal itu mengklaim bahwa serangan militer AS mampu menghancurkan struktur kepemimpinan Teheran, memicu perubahan rezim, dan melumpuhkan total kekuatan militer Iran.
Namun, nafsu perang Netanyahu selalu menemui jalan buntu di meja para presiden sebelum Trump. Obama secara terbuka meragukan bahwa eskalasi militer akan membawa keuntungan bagi stabilitas AS maupun Israel dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
AS Setuju Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran: Ini 14 Poin Perjanjian Damai Bersejarah
Trump Mau Pecat Menhan dan Dirut CIA yang Tolak Perdamaian dengan Iran
Iran Ancam Serang Balik Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan, Perjanjian Damai AS-Iran Terancam Gagal
Donald Trump Kecam Aksi Militer Israel di Lebanon: Tanpa AS, Tidak Akan Ada Israel