Sejak dilarikan ke rumah sakit di Bangkok, Putri Bajrakitiyabha tidak pernah menunjukkan tanda-tanda pemulihan kesadaran yang berarti. Selama bertahun-tahun, ruangan tempatnya dirawat menjadi saksi bisu bagaimana berbagai alat penunjang kehidupan buatan bekerja keras menggantikan fungsi organ vitalnya yang perlahan melemah.
Pihak Biro Rumah Tangga Kerajaan sendiri sangat membatasi informasi medis sang putri dan hanya sesekali mengeluarkan pembaruan kepada publik. Baru pada pertengahan tahun ini, tepatnya sejak 21 Mei lalu, pertahanan tubuh sang putri benar-benar jebol setelah serangan infeksi perut akibat kolitis memperparah kondisinya.
Infeksi akut tersebut memicu rentetan komplikasi berat yang membuat tim dokter kerajaan berada dalam posisi sulit:
- Tekanan darah yang merosot ke tingkat yang membahayakan.
- Aritmia jantung atau ketidakstabilan irama detak jantung yang ekstrem.
- Pembekuan darah di beberapa jaringan tubuh vital.
- Kegagalan fungsi organ paru-paru dan ginjal yang pemeliharaannya harus dibantu penuh oleh obat-obatan khusus serta mesin medis.
Akhir Perjalanan Sang Putri yang Membumi
Meskipun tim dokter terbaik istana telah melakukan pemantauan ketat selama 24 jam penuh tanpa henti, takdir berkata lain. Komplikasi yang telah menumpuk selama hampir empat tahun masa koma tersebut menyudahi perjuangan sang putri pada Kamis malam pukul 19.48 waktu setempat.
Kepergian Putri Bha membubarkan harapan sebagian kalangan yang sempat menilai dirinya sebagai sosok yang paling layak dan memiliki kapasitas intelektual mumpuni untuk menjadi penerus takhta kerajaan kelak. Maklum, selain dekat dengan sang ayah, ia memiliki rekam jejak mentereng sebagai doktor lulusan Cornell University, mantan Duta Besar untuk Austria, serta sosok jaksa yang vokal membela hak-hak narapidana perempuan.
Kini, setelah ritual internal istana selesai digelar, jenazahnya akan disemayamkan dengan penghormatan tertinggi di Aula Singgasana Phiman Rattaya di dalam Kompleks Istana Agung, tempat rakyat Thailand dapat melepas figur pemimpin yang selama tiga tahun ini mereka doakan dalam senyap.
Artikel Terkait
Konflik AS-Iran Memanas: 12 Rudal Balistik Iran Hantam Fasilitas Militer AS, Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Melonjak
Elon Musk Diprediksi Jadi Manusia Triliuner Pertama usai IPO SpaceX Raup Rp1.200 Triliun
Iran Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu, Ancaman Krisis Energi Global Mengintai
AS Serang Iran Balas Tembak Helikopter Apache, Target Fasilitas Radar dan Pertahanan