Trump Ganti Pesawat Secara Rahasia di KTT NATO: Antisipasi Ancaman Rudal Iran?

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Trump Ganti Pesawat Secara Rahasia di KTT NATO: Antisipasi Ancaman Rudal Iran?

Trump tiba di Turki dengan menggunakan Boeing 747-8 baru yang merupakan hadiah dari Qatar. Namun, ia mengumumkan akan meninggalkan tempat tersebut dengan Air Force One lama dengan alasan "nostalgia". Pada 8 Juli, rekaman menunjukkan ia naik pesawat kepresidenan di Bandara Ankara.

Namun, The Washington Post mengungkap bahwa Menteri Pertahanan Pete Hegseth naik ke C-32A secara terpisah menggunakan tangga eksternal untuk membuat penerbangan tersebut terlihat normal. Setelah meninggalkan Turki, Trump terbang ke Inggris dan kembali naik Air Force One lama, terlihat turun di RAF Mildenhall sebelum akhirnya menggunakan jet pemberian Qatar untuk terbang kembali ke AS.

Pernyataan Trump Soal Ancaman Iran

Selama penerbangan kembali ke AS, Trump berbicara kepada wartawan dan menyebut adanya ancaman dari Iran, namun tidak menyinggung soal pertukaran pesawat yang baru saja terjadi. Ketika ditanya mengapa wartawan diminta menurunkan tirai jendela, Trump menjawab dengan nada tegas: "Karena kalian mungkin sedang dalam penerbangan berbahaya karena para bajingan yang harus kita hadapi."

Ia menambahkan bahwa dirinya selalu menghadapi ancaman terhadap nyawanya dan merupakan "nomor satu" dalam daftar target Iran. "Tapi kalau saya pergi, kalian juga pergi, kan? Mungkin suatu hari nanti kalian ingin ganti profesi," ujarnya.

Keamanan Air Force One dan Jet Hadiah Qatar

Direktur komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, tidak secara langsung mengonfirmasi atau menyangkal laporan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa Air Force One baru adalah "pesawat canggih" yang dilengkapi langkah-langkah keamanan ekstensif untuk melindungi presiden dan stafnya.

Sebelumnya, The New York Times melaporkan adanya kekhawatiran keamanan terkait jet pemberian Qatar. Beberapa wartawan bahkan dipanggil untuk bersaksi di bawah sumpah terkait hal ini, dan Departemen Kehakiman telah membuka penyelidikan atas dugaan kebocoran informasi ilegal.

AS sendiri telah menghabiskan dana hingga 400 juta dolar untuk memodifikasi Boeing 747-8 agar siap digunakan sebagai pesawat kepresidenan. Air Force One yang lebih tua dilengkapi teknologi laser untuk membutakan rudal yang datang, sementara belum jelas sistem pertahanan apa yang dimiliki jet Qatar tersebut.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Air Force One baru akan menerima peningkatan dan penyempurnaan tambahan di musim gugur yang memakan waktu sekitar satu bulan untuk memastikan keamanan maksimal bagi perjalanan presiden.


Halaman:

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini