Rapat kerja yang sarat drama politik ini memicu gaduh di tingkat nasional. Loyalis Presiden Prabowo Subianto mulai membangun narasi politik tentang kemarahan presiden terhadap Kapolri. Listyo Sigit dipandang telah melanggar etika dalam bernegara.
Namun, sikap loyalis ini justru berpotensi mendegradasi kepercayaan publik. Publik tidak hanya butuh presiden yang bisa marah, tetapi yang mampu mengerahkan seluruh energi kekuasaan negara untuk memberantas ketidakadilan, praktik politik sandera, manipulasi undang-undang, serta perilaku korup dan toxic leadership di tubuh pemerintahan sendiri.
Beban Multidimensi dan Krisis Komunikasi Pemerintahan Prabowo
Beban pemerintahan Prabowo Subianto semakin multidimensi. Lingkungan internal presiden justru menjadi penyumbang terbesar carut-marutnya tata kelola pemerintahan. Contoh paling aktual adalah buruknya pola komunikasi pejabat negara, yang menjadi pemantik meluasnya kemarahan publik.
Tidak berlebihan jika dikatakan Pemerintahan Prabowo sedang dihadang krisis komunikasi. Hal ini akibat kegagalan para pejabat dalam memahami sentimen publik, menggunakan bahasa yang empatik, dan berkomunikasi dari hati. Pernyataan Kapolri di DPR adalah potret miskinnya budi pekerti pejabat negara dan cermin gaya komunikasi feodal yang tidak mendidik.
Harapan Rakyat: Pemimpin yang Berdamai dengan Diri Sendiri
Dihadapkan pada dekadensi moral dan kultural di lingkungan internal, loyalis Prabowo harus paham bahwa persoalan bangsa tidak selesai hanya dengan narasi "kemarahan presiden". Obsesi bangsa ini sederhana: hadirnya sosok pemimpin yang telah berdamai dengan dirinya sendiri.
Bangsa merindukan pemimpin yang menjunjung tinggi kehormatan rakyat dan menempatkan pada posisi terendah para pejabat hukum yang menjual kehormatannya. Bagi pemimpin berdarah negarawan sejati, mengungkap kasus dan mengganti pejabat bermasalah semudah membalik telapak tangan. Ingat, sebesar apa pun kezaliman tak akan pernah kuasa, tetapi sekecil apa pun kebenaran tak akan pernah binasa.
Catatan: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis.
Artikel Terkait
Viral Pria Tendang Kucing Sampai Mati di Blora, Identitas Pelaku Terungkap!
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Penjual Es Gabus
8 Jenis Pizza Italia Terkenal & Otentik yang Wajib Dicoba
Kasus Hogi Minaya: Kritik Kuasa Hukum dan Analisis Pakar Hukum Pidana