Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Polri mengonfirmasi adanya luka bakar pada beberapa bagian tubuh NS. "Ditemukan luka bakar di anggota gerak kaki kiri, punggung, serta di area bibir dan hidung," ujar Kepala RS, Kombes Pol dr. Carles Siagian. Namun, pihak rumah sakit belum dapat memastikan apakah luka tersebut akibat kekerasan atau ketidaksengajaan.
3. Penyebab Kematian Masih Diselidiki
Secara medis, luka bakar yang ditemukan dinilai tidak seharusnya menjadi penyebab tunggal kematian. Untuk itu, tim forensik telah mengambil sampel organ, khususnya jantung dan paru-paru yang mengalami pembengkakan, untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium di Jakarta. Hasil pemeriksaan laboratorium ini diharapkan dapat mengungkap ada tidaknya zat asing atau penyakit bawaan.
4. Menunggu Kepastian Hasil Laboratorium
Proses otopsi telah selesai dilakukan, namun penyebab kematian NS masih menjadi teka-teki. Tim dokter membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 7 hari untuk mendapatkan hasil uji laboratorium yang akan memberikan kepastian lebih lanjut.
Proses Hukum Berjalan
Kasus ini kini tengah dalam penyelidikan mendalam oleh kepolisian. Meski video pengakuan korban telah beredar luas, pihak berwajib menekankan pentingnya menunggu hasil resmi autopsi dan penyelidikan untuk menentukan status kasus dan tindak lanjut hukumnya.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya dan memberikan ruang bagi proses hukum yang sedang berjalan. Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan di dalam rumah tangga.
Artikel Terkait
Pelajar Tewas Dihantam Helm Brimob di Tual: Kronologi Lengkap & Respons Polri
Kisah Pilu Santri Sukabumi Tewas Luka Bakar: Ingin Jadi Kiai, Ayah Histeris
Oknum Brimob Aniaya Siswa Madrasah di Tual Tewas: Kronologi & Proses Hukum Terkini
Ipda Purnomo: Sumber Dana Aksi Sosial ODGJ hingga Bantu Guru PPPK Terungkap