MULTQOMEDIA.COM - Pengamat sosial, ekonomi, dan keagamaan Anwar Abbas menilai Presiden Prabowo Subianto akan menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan komitmen pemberantasan korupsi. Hal ini terjadi apabila mentalitas sebagian pejabat negara masih dipenuhi praktik koruptif.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyatakan bahwa berbagai kasus korupsi besar yang terus bermunculan menunjukkan semangat reformasi belum sepenuhnya berhasil memperbaiki tata kelola pemerintahan.
"Kasihan sekali kita dengan Prabowo karena anak buahnya tidak tulus dan serius mendukungnya," kata Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/7/2026).
Deretan Kasus Korupsi Besar yang Disorot
Anwar menilai praktik korupsi justru semakin mengkhawatirkan setelah hampir tiga dekade reformasi berjalan. Ia menyoroti sejumlah kasus korupsi yang pernah menjadi sorotan publik, mulai dari Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), proyek KTP elektronik (e-KTP), Jiwasraya, proyek BTS 4G Kominfo, hingga dugaan korupsi tata niaga timah.
Menurutnya, nilai kerugian negara dalam berbagai perkara tersebut mencapai ratusan triliun rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Selain itu, Anwar juga menyoroti sejumlah perkara dugaan korupsi lain yang belakangan menjadi perhatian publik, termasuk kasus di sektor energi dan badan usaha milik negara (BUMN).
Pemberantasan Korupsi Tidak Akan Mudah
Anwar berpendapat upaya pemberantasan korupsi akan menghadapi tantangan apabila aparat maupun pejabat yang diberi kewenangan justru ikut terseret persoalan hukum. Ia mengaku prihatin dengan munculnya pemberitaan yang mengaitkan sejumlah aparat penegak hukum dengan dugaan tindak pidana korupsi.
Artikel Terkait
Viral Coolmax Durian di TikTok dan X: Fakta Video Wanita Berhijab, Link, dan Akun Asli yang Dicari Warganet
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Dua Nama Calon Kuat Pengganti Muncul
Jetour T1 Raih 800 SPK, Varian PHEV i-DM Dominasi Pemesanan di Indonesia
Prabowo Soroti Porsi Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Terlalu Kecil, Ini Pesan ke Kepala BGN