Menurut Prabowo, kekuatan pertahanan sebuah negara tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran militer atau kecanggihan persenjataan. Faktor utama yang menentukan ketahanan nasional adalah kesejahteraan rakyat. "Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Seluruh rakyat akan membela bangsa ini," ujarnya.
Presiden menegaskan bahwa kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat merupakan elemen krusial dalam memperkuat bangsa. Aparat keamanan, lanjutnya, harus aktif terlibat dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang dihadapi rakyat, bukan hanya bertugas di bidang keamanan semata.
Prabowo mengaku bangga melihat kontribusi nyata TNI dan Polri dalam pembangunan infrastruktur dasar, seperti pembangunan jembatan, penyediaan air bersih, serta dukungan terhadap sektor pertanian. "Hari ini saya bangga, saya bahagia, saya merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga berapa ribu air," jelasnya.
Langkah pemangkasan anggaran pertahanan ini menjadi strategi prioritas pemerintah untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem dan menciptakan Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaulat.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri