MULTAQOMEDIA.COM - Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, menyatakan bahwa Indonesia tengah menghadapi krisis kepercayaan yang mempercepat pelemahan ekonomi di bawah satu setengah tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Ini persoalan trust, bukan hanya geopolitik dan situasi global. Lemahnya rupiah tidak hanya terhadap dolar AS, tetapi juga terhadap ringgit, bath, dan mata uang Asia Tenggara lainnya," ujar Ubed dalam Podcast Abraham Samad Speak Up, Rabu 20 Mei 2026.
Ubed menegaskan bahwa penyebab rupiah terpuruk atau 'nyungsep' bukan semata faktor eksternal, melainkan dominan akibat faktor internal. "Tidak mungkin terjadi capital outflow jika investor percaya pada pemerintahan ini. Uang mereka keluar karena kepercayaan hilang," jelasnya.
Para investor, kata Ubed, enggan menanamkan modal besar di Indonesia. Nilai investasi yang keluar diperkirakan mencapai miliaran dolar AS. Ia merujuk riset World Economic Forum yang menyebut pemodal besar hanya akan berinvestasi di negara yang dapat dipercaya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia