Pengganti Gubernur Bank Indonesia
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto belum menetapkan pengganti tetap untuk posisi Gubernur Bank Indonesia. Presiden baru menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo pada hari Ahad, sehingga belum ada pembahasan mengenai calon definitif.
Untuk sementara waktu, jabatan Gubernur Bank Indonesia akan dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti, sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Prasetyo menegaskan bahwa kekosongan jabatan ini dapat langsung diisi oleh pejabat sementara secara otomatis sesuai ketentuan yang berlaku.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mengikuti arahan Presiden Prabowo terkait isu namanya yang masuk dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia. Ia mengaku belum mengetahui detail nama-nama kandidat dan belum menerima arahan dari Presiden mengenai kelanjutan posisi kepala bank sentral.
Ekonom Universitas Indonesia, Telisa Falianty, menekankan pentingnya memilih figur yang kompeten dan berpengalaman di sektor keuangan untuk mengisi posisi Gubernur Bank Indonesia. Menurutnya, independensi dan kredibilitas bank sentral harus tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Telisa mengingatkan bahwa kebijakan moneter harus berorientasi pada stabilitas. Apabila kebijakan moneter terlalu banyak dipengaruhi kepentingan di luar mandat utamanya, kredibilitas bank sentral dapat tergerus. Ia mencontohkan pengalaman sejumlah negara yang menghadapi gejolak pasar ketika independensi bank sentral dipertanyakan.
Indonesia perlu menjaga kepercayaan investor dengan menempatkan profesionalisme sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pimpinan Bank Indonesia. Pemimpin bank sentral harus memiliki jam terbang dan pengalaman yang luar biasa karena akan mengawal sektor keuangan nasional.
Artikel Terkait
Kaesang Maju Caleg Dapil Jateng V: Strategi Head to Head dengan Puan Maharani di Pemilu 2029
Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo di Survei Pilpres 2029: SMRC dan Indikator Catat Elektabilitas Tertinggi
Rudy Bongkar Kebohongan Jokowi: Klaim 54 Kali Makan Bareng PKL Hanya 2 Kali
FX Hadi Rudyatmo Kecewa Berat: Jokowi Dorong Gibran Maju Pilkada Solo 2020 Tanpa Pengalaman Organisasi