Polemik hukum seputar dugaan pencemaran nama baik dalam kasus tudingan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali mencuat ke permukaan. Kini, perhatian publik tertuju pada pengamat kebijakan publik dan hukum, Damai Hari Lubis, yang menyoroti sikap dr Tifauziah Tyassuma (dr Tifa) di tengah proses hukum yang masih bergulir.
Damai menilai telah terjadi pergeseran sikap dari dr Tifa yang sebelumnya dikenal vokal dalam menyuarakan dugaan keaslian ijazah Jokowi. Menurutnya, jika benar dr Tifa menghentikan narasi tersebut, hal ini tentu akan memicu beragam spekulasi di kalangan masyarakat.
"Jika memang benar ada perubahan sikap, publik tentu akan bertanya apa yang menjadi alasannya. dr Tifa menjilat ludahnya sendiri," ujar Damai dalam pernyataannya, Kamis (6/8/2026).
Damai kemudian menyampaikan pandangannya bahwa perubahan sikap tersebut dapat ditafsirkan sebagai indikasi adanya upaya penyelesaian melalui mekanisme restorative justice (RJ) atau bahkan permohonan maaf kepada pihak pelapor.
Kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait ijazah Jokowi ini memang telah memasuki babak baru setelah Polda Metro Jaya menghentikan penyidikan terhadap sejumlah tersangka.
Berdasarkan keterangan resmi Polda Metro Jaya, penghentian penyidikan dilakukan terhadap Damai Hari Lubis, Eggi Sudjana, dan Rismon Hasiholan Sianipar melalui mekanisme restorative justice. Hal ini setelah tercapai kesepakatan damai antara pelapor dan para tersangka, yang kemudian diikuti dengan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).
Sebaliknya, proses hukum terhadap lima tersangka lainnya tetap dilanjutkan. Mereka adalah Roy Suryo, dr Tifa, Muhammad Rizal Fadillah, Kurnia Tri Rohyani, dan Rustam Effendi. Berkas perkara kelima tersangka tersebut telah dilimpahkan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Dalam pandangannya, Damai menilai apabila dr Tifa benar-benar mengambil langkah damai, maka akan muncul pertanyaan besar mengenai konsistensi pernyataan-pernyataannya selama ini.
Artikel Terkait
BRIN Pamer Sepatu Lokal Rp75 Ribu yang Juga Dipesan Presiden Prabowo: Inovasi untuk Sekolah Rakyat
Rocky Gerung: Rombak Kabinet Tak Cukup, Prabowo Diminta Batalkan Perjanjian dengan Elite Demi Rakyat
Deddy Sitorus vs KWP Memanas: PDIP Kirim Somasi ke Erwin Siregar, Tuntut Pencabutan Laporan MKD
Dokter Tifa Temukan Dua Joko Widodo dalam Penelusuran Ijazah Palsu: Hipotesis Baru yang Memanas