MULT AQOMEDIA.COM - Pengamat politik Rocky Gerung memberikan interpretasi mengejutkan terkait istilah Londo Ireng yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Rocky, istilah yang populer di tradisi Jawa ini merupakan simbol kuat dari pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa.
Dalam analisisnya, Rocky Gerung menyebut bahwa publik secara umum mengakui keberadaan sosok pengkhianat di negeri ini. Jika ditafsirkan secara radikal, sosok yang dimaksud mengarah kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Ia dinilai telah mengkhianati konstitusi dan memicu dendam politik Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Makna Londo Ireng dalam Perspektif Sejarah dan Politik
Dalam khazanah budaya Jawa, Londo Ireng secara harfiah berarti "Belanda hitam". Istilah ini secara historis digunakan untuk menyebut kelompok pribumi yang berkhianat dan memihak kepada penjajah kolonial Belanda. Kini, istilah tersebut dihidupkan kembali dalam konteks politik kontemporer.
"Tapi bagi publik umum merasa ya memang ada pengkhianat kok. Siapa yang londo ireng? Misalnya kalau kita radikalkan ya Jokowi. Siapa yang mesti ucapkan itu? Publik. Siapa yang paling dendam dengan isu itu? Megawati," ujar Rocky dalam kanal YouTube Total Politik, dikutip Selasa (11/8).
Artikel Terkait
Menko PMK Pratikno Bantah Mundur dari Kabinet: Tegaskan Sedang Bertugas di Bromo, Bukan Sakit
Mantan Hakim MK Arief Hidayat: Jawaban Mengejutkan Hakim Skandinavia soal Ateis, Korupsi, dan Religiusitas Indonesia
Amien Rais Sebut Kubu Jokowi Bergerak Diam-diam untuk Gulingkan Prabowo, Ini Buktinya
Amien Rais Peringatkan Prabowo: Jangan Kementus Seperti Trump, Bisa Ditinggal Rakyat