Dakwaan dan Kerugian Negara
Nadiem Makarim didakwa telah menyalahgunakan kewenangannya sehingga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp2,1 triliun. Dakwaan menyebutkan bahwa Nadiem dianggap membuat Google menjadi satu-satunya penguasa dalam pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia, khususnya melalui produk laptop berbasis Chrome OS.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan bahwa Nadiem memberikan arahan dan perintah yang mengarahkan pengadaan pada satu produk tertentu, yaitu perangkat berbasis Chrome milik Google.
Jalannya Persidangan
Persidangan kasus ini telah memasuki tahap penting. Sebelumnya, pada Senin, 5 Januari 2026, Nadiem menjalani dua agenda sidang sekaligus, yaitu pembacaan dakwaan dan pembacaan nota eksepsi oleh tim hukumnya.
Dengan ditolaknya eksepsi ini, proses hukum akan berlanjut dengan agenda pembuktian untuk menguji semua dakwaan dan keterangan yang diajukan.
Artikel Terkait
Kasat Narkoba Polres Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp10 Juta per Minggu dari Bandar
KPK Ungkap Modus Keluarga Bupati Fadia Arafiq Kuasai Proyek RSUD Pekalongan Senilai Rp46 Miliar
Beda Keterangan OTT KPK: Fadia Arafiq Klaim Bersama Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi Bantah
KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU Semarang