Selain jantung, dampak buruk juga menyerang paru-paru dan otak. Sensasi euforia dan nyaman yang dirasakan pengguna justru menggerogoti kesehatan organ vital. "Kalau terus-menerus, selain adiksi, ke otak juga bisa berdampak pada gangguan cara berpikir," tambahnya.
Penyelidikan Kasus Terkini
Dalam perkembangan terbaru, penyidik mengaku telah menemukan dan menyita sejumlah barang bukti dari TKP, yang diduga termasuk tabung Whip Pink. Barang bukti tersebut telah dikirim untuk uji laboratorium forensik di Labfor Bareskrim Polri.
"Ini tidak bisa disampaikan secara sepotong-sepotong. Penyidik sedang bekerja, kami mohon waktu," ujar Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo. Hasil uji lab ini dinanti untuk memberikan kejelasan medis dan hukum atas kasus tersebut.
Kesimpulan dan Peringatan
Fenomena 'nge-Whip' bukanlah aktivitas yang aman. Di balik kemasannya yang terlihat umum, tersimpan risiko henti jantung mendadak, kerusakan paru, gangguan otak, dan adiksi. Masyarakat dihimbau untuk tidak terjebak mencoba atau menyalahgunakan produk-produk sejenis Whip Pink di luar peruntukan kuliner yang semestinya.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi Terkait Polemik Ijazah Jokowi
Larangan Bawa Pulang Makanan MBG: Aturan Baru BGN untuk Keamanan Siswa
Polisi dan TNI Akui Salah & Minta Maaf ke Pedagang Es Gabus Viral, Ini Hasil Lab
Bahaya Gas Tertawa Whip Pink (N2O): BNN Peringatkan Masyarakat Pasca Kasus Lula Lahfah