Puncaknya, Bobby mengaku diminta oleh atasannya untuk mendanai kegiatan mantan Menteri Ida Fauziah di daerah pemilihan (dapil) pada tahun 2024. "Saya diminta oleh Pak Heri untuk meng-cover kegiatan di dapil Bu Menteri. Itu di Jakarta Selatan, ada sekitar tiga kegiatan," ungkap Bobby di persidangan.
Bobby menjelaskan bahwa saat itu Ida Fauziah berniat mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dengan dapil Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. "Saya diminta membantu melaksanakan kegiatan di sana," tambahnya.
Setiap kegiatan kampanye tersebut, menurut Bobby, menghabiskan dana sekitar Rp200 juta. Kebiasaan mengeluarkan dana untuk kegiatan ini sudah dimulai sejak tahun 2019. "Setiap tahunnya ada sekitar empat sampai lima kegiatan," ujarnya kepada jaksa.
Meskipun Bobby tidak menyebutkan secara eksplisit nama 'Bu Menteri' yang dimaksud, namun berdasarkan periode waktu dan jabatan yang disebutkan, publik menduga kuat sosok tersebut adalah mantan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri