"Sehingga tersangka FR meminta uang cancel sebesar Rp400.000. Korban pun mentransfer uang tersebut kepada FR. Kemudian tersangka JS mengatakan jika berhubungan badan bersamanya biaya dikenakan Rp850.000. Korban lantas mentransfer uang ke nomor rekening yang diberikan FR," jelas Adrian.
Setelah pembayaran, FR keluar kamar dan menunggu di depan pintu, sementara JS bersama korban. Usai berhubungan intim, korban merasa tidak puas dan meminta layanan tambahan kepada JS. Setelah selesai, JS memanggil FR untuk masuk kembali ke depan kamar.
Tidak lama kemudian, kedua perempuan itu diduga meminta tambahan uang Rp4,5 juta kepada korban. Permintaan tersebut ditolak, namun keduanya tetap mendesak korban, termasuk meminta korban memperlihatkan saldo rekening melalui ponselnya.
Dalam kondisi tertekan, korban berjalan menuju balkon sambil mengancam akan melompat jika terus dipaksa memberikan uang. "Korban juga mengatakan, 'kalau terus minta uang tambahan nanti aku loncat ini' sambil membuka pintu balkon. Kemudian tersangka FR mengatakan, 'yaudah loncat kalau berani'," ungkap Adrian.
Tak lama setelah itu, korban diduga benar-benar melompat dari balkon apartemen hingga meninggal dunia. Polisi menyebut kedua tersangka diduga menyaksikan peristiwa tersebut. Namun, bukannya memberikan pertolongan atau melapor, keduanya justru meninggalkan lokasi.
"Setelah korban loncat dan meninggal dunia, kedua tersangka keluar dari kamar dan langsung pergi meninggalkan apartemen tersebut," kata Adrian.
Adrian menambahkan, korban baru beberapa hari berada di Medan untuk mengurus pengambilan SK sebagai ASN BPN. Selama proses tersebut, korban menginap di Apartemen Skyview dan pada Jumat (10/7) memesan jasa perempuan melalui aplikasi MiChat.
"Jadi korban baru beberapa hari di Medan. Dia mau mengambil SK-nya karena baru diangkat menjadi ASN BPN," pungkas Adrian.
Artikel Terkait
Remaja di Sampang Jadi Korban Pemerkosaan 27 Pria, 12 Tersangka Ditangkap
TPNPB Klaim Tembak Mati Pilot AS dan Bakar Pesawat di Yahukimo, Begini Kronologi Lengkapnya
Menteri P2MI Ungkap 3 PMI Korban Penganiayaan Majikan di Malaysia, Bukan Hanya Satu TKW
BMKG Konfirmasi Tsunami 9-18 Cm Terdeteksi di 3 Lokasi Usai Gempa 7,7 Laut Sulawesi