Efriza menjelaskan bahwa persepsi publik terhadap Jokowi dan putra-putranya memburuk seiring dengan mencuatnya sejumlah isu dan dugaan pelanggaran. Beberapa masalah yang disebutkan antara lain terkait persoalan ijazah hingga kasus korupsi yang melibatkan mantan menteri di kabinet pemerintahan sebelumnya.
Kinerja Gibran sebagai Wakil Presiden
Lebih lanjut, pengamat ini menyoroti posisi Gibran Rakabuming Raka yang dinilai belum menunjukkan kinerja signifikan di mata publik sejak menjabat sebagai wakil presiden. Bahkan, ada anggapan bahwa Gibran justru dianggap menjadi beban bagi Presiden Prabowo Subianto.
"Gibran juga dinilai masyarakat tidak ada prestasi kerja sebagai wakil presiden, malah menjadi beban Presiden," jelas Efriza.
Efriza juga mengungkapkan adanya keinginan sebagian masyarakat agar Prabowo lebih mandiri dan membersihkan kabinet dari orang-orang yang dikaitkan dengan Jokowi. Analisis ini memberikan gambaran awal tentang dinamika politik yang mungkin terjadi menjelang Pilpres 2029.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia