Bahlil Jadi Beban Prabowo, Reshuffle Menteri ESDM Dinilai Mendesak

- Sabtu, 25 April 2026 | 04:25 WIB
Bahlil Jadi Beban Prabowo, Reshuffle Menteri ESDM Dinilai Mendesak

“Sebagai Menteri ESDM, Bahlil seharusnya malu ketika bidang kerjanya diambil alih presiden. Hal ini menunjukkan ketidakmampuan dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” tegasnya.

Selain itu, Bahlil juga dinilai memiliki keterbatasan dalam jejaring internasional. Padahal, posisi Menteri ESDM menuntut kemampuan diplomasi energi yang kuat serta hubungan luas dengan para menteri energi dari berbagai negara. Keterbatasan ini dinilai menjadi salah satu kelemahan signifikan yang menghambat kinerja kabinet.

“Hal itu mengindikasikan Bahlil tidak memiliki jaringan internasional yang memadai. Akibatnya, tugas-tugas strategisnya harus diambil alih Presiden,” pungkas Jamiluddin.

Dengan berbagai catatan kritis tersebut, wacana reshuffle terhadap Menteri ESDM dinilai semakin relevan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas dan kinerja Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.


Halaman:

Komentar