Dukungan untuk penyidikan yang menyeluruh juga datang dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Saat menjadi saksi dalam sidang korupsi tata kelola minyak, mantan Komisaris Utama Pertamina itu mendorong jaksa untuk berani mengusut kasus hingga ke level tertinggi.
Ahok menegaskan pengusutan tidak boleh berhenti pada aspek teknis. Untuk membongkar kasus secara tuntas, pemeriksaan harus menyentuh mantan Menteri BUMN Erick Thohir hingga mantan Presiden Joko Widodo.
Keterangan Dito Ariotedjo dan Kaitannya dengan Kunjungan Kerja
Sementara dalam kasus korupsi kuota haji, mantan Menpora Dito Ariotedjo mengaku telah memenuhi panggilan penyidik KPK. Dito menyatakan bahwa penyidik banyak menanyakan seputar kegiatan saat ia mendampingi Jokowi dalam kunjungan kerja ke Arab Saudi pada 2023.
Pernyataan ini semakin menguatkan kaitan antara perjalanan kerja presiden dengan kasus pengaturan kuota haji yang sedang diusut KPK.
Dua kasus korupsi strategis ini kini menjadi sorotan publik, menantang independensi dan keberanian APH dalam menegakkan hukum tanpa memandang status dan jabatan.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Rektor Unsoed Tersangka Gratifikasi Rp680 Juta dari PMB Jalur Mandiri 2025-2026
KPK Periksa Mantan Wabup dan 8 Pejabat Sukoharjo, Bongkar Kode Rahasia Padakno Karo Bapak dalam Kasus Pemerasan Etik Suryani
Kejagung Buka Suara: Trading in Influence di Kasus Jampidsus Febrie Bukan Pasal Pidana, Ini Penjelasan Lengkapnya
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diciduk KPK: Uang Ratusan Juta Diamankan dalam OTT Suap Penerimaan Mahasiswa Baru