Amnesty Internasional Kritik Keras Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS
Keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang digagas Amerika Serikat menuai kritik keras dari Amnesty Internasional. Organisasi hak asasi manusia global ini menilai langkah pemerintah berpotensi merusak tatanan hukum internasional dan mencederai komitmen Indonesia terhadap nilai-nilai universal HAM.
Pertanyaan atas Kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyoroti kebijakan ini. Ia mempertanyakan konsistensi Indonesia yang saat ini sedang memimpin Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Bagaimana Indonesia efektif memimpin Dewan HAM jika membebek ke Trump yang lagi menyerang sistem internasional PBB?" kata Usman Hamid dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1).
Menurutnya, inisiatif Dewan Perdamaian merupakan bagian dari serangan terhadap PBB, lembaga keadilan internasional, dan norma-norma universal. Klaim perdamaian oleh Trump justru dinilai melemahkan jaminan pengakuan HAM universal yang dijaga oleh Dewan HAM.
Dinilai Sebagai Tamparan bagi Sistem Global
Usman Hamid menilai keputusan ini sebagai tamparan atas upaya puluhan tahun memperkuat sistem global melalui nilai universal dan kesetaraan antarnegara. Alih-alih memperbaiki sistem, Indonesia dinilai ikut merusak tatanan yang susah payah dibangun pasca Perang Dunia II.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri