Alasan Tidak Langsung Menghentikan Perjalanan
Meski geram, Azmi mengaku tidak langsung menurunkan penumpang di tengah jalan. Alasannya, proses administrasi melalui customer service aplikasi dinilai rumit dan memakan waktu. "Kalau diminta turun itu prosesnya panjang banget, harus telepon customer service, belum lagi antre," ujarnya.
Setelah ditegur, kedua penumpang tersebut tidak menunjukkan rasa bersalah dan bahkan masih sempat tersenyum saat turun dari mobil. Azmi mengkhawatirkan keselamatan akunnya sebagai mitra driver karena sempat melontarkan kata-kata kasar dan menyebarkan video kejadian.
Polisi Turun Tangan Selidiki Identitas Penumpang Mesum
Kapolsek Kebayoran Lama, Kukuh Islami, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait insiden ini. Polisi akan berusaha melacak identitas kedua penumpang dan sopir yang terlibat.
"Kita belum tahu siapa orangnya, kami nanti lakukan penyelidikan terlebih dahulu, terutama kami nanti akan cari tahu siapa yang sopir di dalam mobil ini, kan dia yang mengetahui informasi siapa yang penumpang," kata Kukuh.
Pelajaran untuk Pengguna Layanan Transportasi Online
Azmi berharap kejadian memalukan ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pengguna layanan transportasi online untuk selalu menjaga sikap dan etika selama di dalam kendaraan umum. Ruang mobil driver adalah area publik terbatas yang harus dihargai.
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya batasan dan rasa saling menghormati antara penumpang dan pengemudi dalam layanan transportasi online.
Artikel Terkait
Jokowi Setuju UU KPK Dikembalikan ke Versi Lama: Analisis Dampak Revisi 2019
Fatmawati Rusdi Dilaporkan ke Bareskrim, Diduga Lakukan Pengaduan Palsu ke Caleg Nasdem
Salinan Ijazah Jokowi dari KPU Tanpa Tanggal Legalitas, Diduga Langgar UU Administrasi Pemerintahan
Said Didu Bocorkan 50 Nama Oligarki yang Dibahas Langsung dengan Presiden Prabowo