Akses tersebut membuat AYS dapat memetakan titik-titik dapur yang masih kosong sekaligus mengatur pendaftaran calon Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada portal kemitraan. AYS bahkan membatalkan status pendaftaran sejumlah calon SPPG yang sebelumnya telah disetujui, lalu memfasilitasi SPPG baru untuk masuk meskipun portal pendaftaran sebenarnya sudah ditutup.
Setelah melancarkan kongkalikong pengaturan titik SPPG tersebut, AYS diduga menyetorkan sejumlah uang kepada SS.
Atas tindakan tersebut, AYS dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 605 ayat 2 dan Pasal 606 KUHP. Saat ini, AYS telah ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri