Berbagai pihak yang disebutkan dalam isu reshuffle memberikan respons beragam:
- Budi Djiwandono mengaku tidak paham sumber isu dan menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan.
- Menlu Sugiono mengaku baru mendengar kabar tersebut dan menegaskan bahwa reshuffle adalah wewenang penuh Presiden.
- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memilih bungkam dan tidak memberikan komentar saat ditanya wartawan.
Analisis: Reposisi atau Reshuffle Penuh Konflik?
Pengamat politik Agung Baskoro dari Trias Politika Strategis menilai pergeseran ini lebih tepat disebut reposisi kabinet daripada reshuffle yang sarat konflik. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang ingin merangkul semua pihak dalam koalisi. Pergantian di posisi Menko PMK juga disebut karena pertimbangan kesehatan Pratikno.
Kementerian Komunikasi dan Digital Juga Diisukan Berganti
Tak hanya posisi menteri koordinator dan menteri luar negeri, Kementerian Komunikasi dan Digital juga masuk dalam radar reshuffle. Nama Angga Raka Prabowo, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, digadang-gadang akan menggantikan Meutya Hafid sebagai Menkomdigi. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Istana terkait kebenaran isu-isu tersebut.
Semua spekulasi ini akhirnya bermuara pada keputusan satu orang: Presiden Prabowo Subianto. Publik masih menunggu sinyal atau pengumuman resmi dari Istana Negara mengenai kemungkinan terjadinya perombakan dalam kabinet.
Artikel Terkait
Menteri Muda Dulu vs Sekarang: Analisis JJ Rizal Soal Kematangan Kepemimpinan
Menteri PU Dody Hanggodo Terbata-bata Didesak DPR Soal Anggaran Bencana, Ini Kronologinya
Prodem Peringatkan Prabowo: Risiko Bahaya & Alasan Polri Harus Tetap di Bawah Presiden
SP3 Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis: Keadilan Restoratif Dikritik Jungkirbalikkan Fakta Hukum