Low Tuck Kwong, pria kelahiran Singapura yang kini telah menjadi Warga Negara Indonesia, adalah pemilik Bayan Group. Menurut data Forbes 2026, kekayaannya diperkirakan mencapai US$20,3 miliar atau setara Rp335 triliun, menempatkannya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.
Keberhasilannya membangun empire batu bara terjadi pesat pada era 2000-an, yang beririsan dengan periode kepemimpinan SBY sebagai Presiden RI (2004-2014).
Pertanyaan Publik: Murni Seni atau Ada Jejak Relasi?
Transaksi seni bernilai miliaran rupiah antara mantan kepala negara dan seorang taipan batu bara tak pelak memantik pertanyaan publik. Apakah transaksi ini murni apresiasi seni dan kegiatan amal, atau ada dimensi lain yang berperan?
Meski tidak ada kaitan resmi yang diumumkan, publik mengingat bahwa sektor tambang dan batu bara berkembang pesat selama periode kepemimpinan SBY. Hal ini menimbulkan spekulasi tentang adanya hubungan atau kepentingan yang lebih luas di balik pembelian lukisan tersebut.
Narasi resmi dari Partai Demokrat menekankan pada aspek amal dan momentum kebersamaan. Namun, nilai transaksi yang sangat besar dan profil kedua belah pihak membuat banyak pihak menilai perlu transparansi dan klarifikasi lebih lanjut untuk menghilangkan tanda tanya di masyarakat.
Artikel Terkait
Sjafrie Sjamsoeddin Tegaskan Tidak Minat Jadi Cawapres 2029: Analisis & Dampak Politik
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi di PN Solo: Kuasa Hukum Minta Presiden Hadir Langsung
Analisis Cawapres Prabowo 2029: Sjafrie Sjamsoeddin Jadi Calon Pengganti Gibran?
Rektor Paramadina Sindir Ijazah Palsu, Warganet Soroti UGM: Analisis Lengkap