"Itulah alasannya saya terpanggil. Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini, karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal, saya bayarannya super mahal di Indonesia," kata dia.
Hotman menekankan bahwa dirinya sudah puluhan tahun menjadi pengacara dan sering membantu berbagai pihak berperkara, termasuk orang-orang yang tidak mampu. Karena itu, ia rela tidak dibayar mahal oleh Febrie. Ia juga rela mempertaruhkan kepercayaan para pengikut atau followers-nya.
"Bagi followers saya yang merasa kok Hotman jadi begini, yang semula 99 persen jadi followers saya. Silakan gua ambil resiko itu, tapi dimana logikanya seorang bawahan presiden justru mentersangkakan dan mempermalukan bawahan lain yang adalah kebanggaan presiden. Yang telah mengembalikan uang negara Rp 430 triliun dengan cara seperti ini," tegasnya.
Dalam kesempatan berbeda, Hotman sempat menyinggung sikap Nadiem Makarim. Mantan Menteri Pendidikan yang dijerat dugaan korupsi oleh Kejagung itu sempat didampingi Hotman, namun di tengah jalan Hotman tidak lagi menjadi pengacaranya. Dalam unggahan di media sosial, Hotman menyebut Nadiem pelit kepada pengacara.
"Makanya lain kali jangan pelit-pelit sama pengacara, pengacara mahal itu memang mahal, pengacara berbobot itu mahal," kata dia dikutip dari akun media sosial @hotmanparisofficial.
Artikel Terkait
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas: Strategi Baru Awasi Kepatuhan Pajak Hingga ke Desa
Xinyi Bantah Investasi Rp174 Triliun di Rempang Eco-City, IAW Desak Evaluasi Proyek
Oknum Polisi Diduga Terlibat Perampokan Toko Emas di Aceh Selatan, Pelaku Berhasil Diamankan dalam 11 Jam
Penurunan Drastis Pengikut Instagram Hotman Paris Usai Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah